
Kepala SMKS 3 Idhata Curup, Sri Winarni, S.Pd., secara resmi meluncurkan buku antologi “SMEKTA Putih Abu-Abu Jilid 9: Satu Menit Sebelum Kita Menjadi Asing” di Aula Sekolah pada Rabu, 13 Mei 2026.
Peluncuran karya literasi monumental ini digelar bersamaan dengan upacara pelepasan khidmat 142 siswa kelas XII angkatan 2025/2026 yang dihadiri oleh jajaran dewan guru, komite, dan orang tua murid.
Hasil Kolaborasi 40 Penulis Terbaik
Buku antologi jilid ke-9 ini merupakan karya kolaborasi yang merangkum tulisan terbaik dari 40 penulis yang terdiri atas siswa kelas XII dan dewan guru.
Di bawah bimbingan dan kawalan ketat Guru Pembina Literasi SMKS 3 Idhata Curup, Yoza Fitriadi, S.Pd., Gr., proyek literasi ini berhasil diselesaikan tepat waktu. Buku ini menjadi kado perpisahan yang manis, berisi kumpulan kisah, refleksi, dan dinamika masa putih abu-abu di sekolah.

Rencana Distribusi dan Promosi Karya
Pihak sekolah telah menyusun rencana distribusi yang luas untuk mengapresiasi karya ini:
- Pembagian internal: Buku akan dibagikan kepada seluruh siswa penulis dan dewan guru.
- Cendera mata khusus: Buku ini menjadi oleh-oleh eksklusif bagi para tamu undangan yang hadir.
- Pameran publik: Karya ini akan disebarluaskan dan dipajang di berbagai ajang pameran pendidikan serta literasi.
Keselarasan dengan Acara Pelepasan Siswa
Momentum peluncuran buku ini menambah kekhidmatan acara pelepasan siswa yang dikonsep secara sederhana namun penuh makna. Judul buku yang puitis tersebut dinilai sangat mewakili suasana batin ke-142 siswa yang sesaat lagi akan meninggalkan bangku sekolah.
Pihak sekolah menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara ini diselenggarakan secara mandiri dan sukarela oleh internal sekolah tanpa membebani keuangan orang tua murid dengan pungutan biaya.
Apresiasi Kepala Sekolah atas Karya Kolaborasi
Kepala SMKS 3 Idhata Curup, Sri Winarni, S.Pd., memberikan apresiasi yang luar biasa tingginya kepada tim redaksi, pembina, dan seluruh kontributor.
“Peluncuran buku Jilid 9 ini membuktikan bahwa lulusan SMK tidak hanya kompeten di bidang vokasi, tetapi juga memiliki kepekaan literasi yang tinggi. Judul ‘Satu Menit Sebelum Kita Menjadi Asing’ menjadi pengingat bahwa meski jarak akan memisahkan kita, kenangan dan karya dari 40 penulis siswa dan guru ini akan tetap abadi di sekolah ini,” tutur Sri Winarni dalam sambutannya.
Apresiasi Khusus untuk Para Penulis
Sebagai bentuk penghormatan tinggi terhadap kreativitas, manajemen sekolah bersama Guru Pembina Literasi memberikan apresiasi khusus di atas panggung kepada perwakilan siswa dan guru penulis. Penyerahan sertifikat penghargaan dan buku secara simbolis ini disaksikan langsung oleh seluruh wali murid.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan buku secara resmi kepada pihak perpustakaan sekolah sebagai arsip literasi, diikuti dengan doa bersama dan sesi foto per kelas.




